Jumat, 14 Februari 2014

Jangan Sepelekan Kesemutan

Semua orang pasti pernah merasakan yang namanya kesemutan. Dalam bahasa medis, kesemutan disebut dengan istilah parestesia. Kesemutan merupakan sensasi spontan yang abnormal pada daerah persarafan tertentu. Biasanya orang akan mengalami kesemutan bila sedang duduk bersila di lantai terlalu lama atau tertidur dengan posisi tangan tertindih oleh kepala.

Kesemutan terjadi karena rangsangan listrik pada sistem saraf sensorik tidak tersalur secara penuh. Atau yang paling sederhana, misalnya, aliran darah tertutup akibat satu bagian tubuh tertentu ditekuk atau tertekan terlalu lama. Tetapi bila bagian tubuh yang kesemutan tersebut digoyang-goyangkan atau dikibas-kibaskan, kesemutannya akan hilang. Hal ini sering membuat kita menyepelekannya.

Bagaimana dengan kesemutan yang tidak bisa hilang sendiri atau disertai dengan gejala lain? Itu bisa menjadi pertanda suatu penyakit, misalnya tumor otak. Kesemutan juga bisa terjadi akibat adanya radang pada sumsum tulang belakang yang terjadi karena virus. Sementara pada pasien jantung, kesemutan bisa muncul akibat komplikasi jantung dan sarafnya. Pada penderita stroke juga sama, bahkan bisa menyebabkan kelumpuhan karena yang diserang adalah saraf motorik.

Kesemutan juga bisa menjadi gejala diabetes. Yang dirasakan biasanya telapak kaki terasa tebal, kadang-kadang panas, kesemutan diujungnya terus menerus. Kemudian disertai dengan rasa nyeri yang menikam, seperti ditusuk-tusuk pada ujung telapak kaki, terutama pada malam hari.

Jadi, masih maukah kalian menyepelekan kesemutan? Untuk kalian yang sering duduk bersila di lantai, saya sarankan setiap 10-15 menit untuk meluruskan kaki sejenak. Agar aliran darah tidak tertutup. Jika kalian mengalami kesemutan yang tidak hilang-hilang, harap diwaspadai. Karena penyakit serius seperti yang saya sudah sebutkan tadi, berawal dari gejala yang sepele seperti kesemutan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar